Selasa, 03 Juni 2014

abortus inkomplit

            PENGERTIAN
Abortus adalah berakhirnya suatu kehamilan (oleh akibat-akibat tertentu) pada atau sebelum kehamilan tersebut berusia 22 minggu / buah kehamilan belum mampu untuk hidup di luar kandungan Keguguran adalah dikeluarkannya hasil kontrasepsi sebelum mampu hidup di luar kandungan dengan berat badan kurang dari 1000 gram atau umur hamil kurang dari 28 minggu.
 Abortus Inkomplet adalah janin kemungkinan sudah keluar bersama-sama dengan plasenta pada abortus yang terjadi sebelum minggu ke-10, tetapi sesudah usia kehamilan 10 minggu, pengeluaran janin dan plasenta akan terpisah. Bila plasenta seluruhnya / sebagian tetap tinggal dalam uterus maka bisa menimbulkan perdarahan.
Abortus Inkomplit adalah perdarahan pada kehamilan muda dimana sebagian dari hasil konsepsi telah keluar dari kavum uteri melalui kondisi servikalis.
Abortus  Inkomplit adalah pengeluaran sebagian hasil konsepsi pada kehamilan sebelum 20 minggu dengan masih ada sisa tertinggal di dalam uterus.
PATOFISIOLOGI
Pada awal abortus terjadi perdarahan dalam desidua basalis kemudian diikuti oleh nekrosis jaringan sekitarnya. Hal tersebut menyebabkan hasil konsepsi terlepas sebagian atau seluruhnya, sehingga merupakan benda asing dalam uterus. Keadaan ini menyebabkan uterus berkontraksi untuk mengeluarkan isinya. Pada kehamilan kurang dari 8 minggu hasil konsepsi itu biasanya dikeluarkan seluruhnya karena villi korialis belum menembus desidua secara mendalam. Pada kehamilan antara 8 sampai 14 minggu villi korialis menembus desidua lebih dalam, sehingga umumnya plasenta tidak dilepaskan sempurna yang dapat menyebabkan banyak perdarahan. Pada kehamilan 14 minggu keatas umumnya yang dikeluarkan setelah ketuban pecah ialah janin, disusul beberapa waktu kemudian plasenta. Perdarahan tidak banyak jika plasenta segera terlepas dengan lengkap. Peristiwa abortus ini menyerupai persalinan dalam bentuk miniature.
Hasil konsepsi pada abortus dapat dikeluarkan dalam berbagai bentuk. Ada kalanya kantong amnion kosong atau tampak di dalamnya benda kecil tanpa bentuk yang jelas dan mungkin pula janin telah mati lama. Apabila mudigah yang mati tidak dikeluarkan dalam waktu yang cepat maka ia dapat diliputi oleh lapisan bekuan darah, isi uterus dinamakan mola kruenta. Bentuk ini menjadi mola karnosa apaila pigmen darah telah diserap dan dalam sisanya terjadi organisasi sehingga semuanya tampak seperti daging. Bentuk lain adalah mola tuberose, dalam hal ini amnion tampak berbenjol – benjol karena terjadi hematoma antara amnion dan korion.
Pada janin yang telah meninggal dan tidak dikeluarkan dapat terjadi proses mumifikasi diamana janin mengering dan karena cairan amnion berkurang maka ia jadi gepeng (fetus kompressus). Dalam tingkat lebih lanjut ia menjadi tipis seperti kertas perkamen (fetus papiraseus)
Kemungkinan lain pada janin mati yang tidak segera dikeluarkan adalah terjadinya maserasi, kulit terkupas, tengkorak menjadi lembek, perut membesar karena terisi cairan dan seluruh janin berwarna kemerah – merahan dan dapat menyebabkan infeksi pada ibu apabila perdarahan yang terjadi sudah berlangsung lama.
ETIOLOGI
Menurut prawirohardjo (2007) penyebab abortus dalam teori menyebutkan ada beberapa hal, diantaranya :
1.      kelainan pertumbuhan hasil konsepsi
Kelainan pertumbuhan hasil konsepsi dapat menyebabkan kematian atau cacat. Faktor yang menyebabkan kelainan dalam pertumbuhan adalah sebagai berikut :
1.      Kelainan kromosom, kelainan yang sering ditemukan pada abortus spontan ialah trisomi, poliploidi, dan kemungkinan pula kelainan kromosom seks.
2.      Lingkungan sekitar kurang sempurna, apabila lingkungan di endometrium di sekitar tempat implantasi kurang sempurna sehingga pemberian zat-zat makanan pada hasil konsepsi terganggu.
3.      Pengaruh dari luar, akibat dari radiasi, virus, obat-obatan, tembakau dan alkohol dapat mempengaruhi baik hasil konsepsi maupun lingkungan hidupnya dalam uterus, pengaruh ini umumnya dinamakan pengaruh teratogen.
2.   kelainan pada placenta
Endotritis dapat terjadi dalam villi koriales dan menyebabkan oksigenasi placenta terganggu, sehingga menyebabkan gangguan pertumbuhan dan kematian janin. Keadaan ini bisa terjadi sejak kehamilan muda misalnya karena hipertensi menahun.
3.   penyakit ibu
Penyakit mendadak seperti pneumonia,typus abdominalis,malaria dan lain-lain yang menyebabkan abortus,toksin, bakteri, viurus, atau plasmodium dapat melalui placenta masuk kejanin, sehingga menyebaban kematian janin dan kemudian terjadilah abortus. Anemia berat, keracunan, laparotomi, peritonitis umum dan penyakit menahun seperti brusellosis, toksoplasmis juga dapat menyebabkan abortus walaupun jarang.
4.    kelainan traktus genitalis
Retroversio uteri, mioma uteri, atau kelainan bawaan uterus dapat menyebabkan abortus. Tetapi harus diingat bahwa hanya retroversio uteri gravidi inkarserata atau mioma submokusa yang memegang peranan penting. Sebab lain abortus trimester ke 2 ialah servik inkompeten yang dapat disebabkan oleh kelemahan bawaan pada servik, dilatasi servik berlebih, konisasi, amputasi, atau robekan servik luas yang tidak di jahit.
KLASIFIKASI
Klasifikasi abortus digolongkan menjadi 2 yaitu :
1.      Abortus spontaneous Yaitu abortus yang terjadi dengan tidak didahului faktor-faktor mekanis atau medisinalis, tetapi karena faktor alamiah. Aspek klinis abortus spontaneus meliputi :
a)      Abortus Imminens
Abortus Imminens adalah peristiwa terjadinya perdarahan dari uterus pada kehamilan sebelum 20 minggu, dimana hasil konsepsi masih dalam uterus, dan tanpa adanya dilatasi serviks. Diagnosis abortus imminens ditentukan apabila terjadi perdarahan pervaginam pada paruh pertama kehamilan. Yang pertama kali muncul biasanya adalah perdarahan, dari beberapa jam sampai beberapa hari kemudian terjadi nyeri kram perut. Nyeri abortus mungkin terasa di anterior dan jelas bersifat ritmis, nyeri dapat berupa nyeri punggung bawah yang menetap disertai perasaan tertekan di panggul, atau rasa tidak nyaman atau nyeri tumpul di garis tengah suprapubis. Kadang-kadang terjadi perdarahan ringan selama beberapa minggu.
b)      Abortus insipiens :
Abortus Insipiens adalah peristiwa perdarahan uterus pada kehamilan sebelum 20 minggu dengan adanya dilatasi serviks uteri yang meningkat tetapi hasil konsepsi masih dalam uterus. Dalam hal ini rasa mules menjadi lebih sering dan kual perdarahan bertambah. Abortus inkompletus : Pengeluaran sebagian hasil konsepsi pada kehamilan sebelum 20 minggu dengan masih ada sisa tertinggal dalam uterus.
c)      Abortus kompletus :
Pada abortus kompletus semua hasil konsepsi sudah dikeluarkan. Pada penderita ditemukan perdarahan sedikit, ostium uteri telah menutup, dan uterus sudah banyak mengecil. Diagnosis dapat dipermudah apabila hasil konsepsi dapat diperiksa dan dapat dinyatakan bahwa semuanya sudah keluar dengan lengkap.
d)     Abortus Servikalis
Pada abortus servikalis keluarnya hasil konsepsi dari uterus dihalangi oleh ostium uteri eksternum yang tidak membuka, sehingga semuanya terkumpul dalam kanalis servikalis dan serviks uteri menjadi besar, kurang lebih bundar, dengan dinding menipis. Pada pemeriksaan ditemukan serviks membesar dan di atas ostium uteri eksternum teraba jaringan. Terapi terdiri atas dilatasi serviks dengan busi Hegar dan kerokan untuk mengeluarkan hasil konsepsi dari kanalis servikalis.
e)      Missed Abortion
Missed abortion adalah kematian janin berusia sebelum 20 minggu, tetapi janin yang telah mati itu tidak dikeluarkan selama 8 minggu atau lebih. Etiologi missed abortion tidak diketahui, tetapi diduga pengaruh hormone progesterone. Pemakaian Hormone progesterone pada abortus imminens mungkin juga dapat menyebabkan missed abortion.
f)       Abortus Habitualis
Abortus habitualis adalah abortus spontan yang terjadi 3 kali atau lebih berturut turut. Pada umumnya penderita tidak sukar menjadi hamil, tetapi kehamilannya berakhir sebelum 28 minggu
g)      Abortus lnkompletus
Abortus Inkompletus adalah pengeluaran sebagian hasil konsepsi pada kehamilan sebelum 20 minggu dengan masih ada sisa tertinggal dalam uterus. Apabila plasenta (seluruhnya atau sebagian) tertahan di uterus, cepat atau lambat akan terjadi perdarahan yang merupakan tanda utama abortus inkompletus. Pada abortus yang lebih lanjut, perdarahan kadang-kadang sedemikian masif sehingga menyebabkan hipovolemia berat.
1.      Abortus provokatus (abortus yang sengaja dibuat )
Yaitu  menghentikan kehamilan sebelum janin dapat hidup di luar tubuh ibu. Pada umumnya dianggap bayi belum dapat hidup diluar kandungan apabila kehamilan belum mencapai umur 28 minggu, atau berat badanbayi belum 1000 gram, walaupun terdapat kasus bahwa bayi dibawah 1000 gram dapat terus hidup. Abortus ini terbagi menjadi dua yaitu :
a)      Abortus medisinalis (abortus therepeutika) adalah abortus karena tindakan kita sendiri, dengan alasan bila kehamilan dilanjutkan, dapat membahayakan jiwa ibu ( berdasarkan indikasi medis). Biasanya perlu mendapat persetujuan dua sampai tiga tim dokter ahli
b)      Abortus kriminalis adal abortus yang terjadi oleh karena tindakan – tindakan yang tidak legal atau tidak berdasarkan indikasi medis.
TANDA-TANDA GEJALA ABORTUS INCOMPLET
1.      Amenorea, sakit perut dan mulas-mulas
2.      Perdarahan yang bisa sedikit / banyak dan biasanya berupa stalsel (darah beku)
3.      Sudah ada keluar fetus / jaringan
4.      Pada abortus yang sudah lama terjadi / pada abortus provokatus yang dilakukan
5.      Orang yang tidak ahli sering terjadi infeksi.

Ø  Pada pemeriksaan dijumpai gambaran :
1.      Kanalis servikalis terbuka
2.      Dapat diraba jaringan dalam rahim atau dikanalis servikalis.
3.      Kanalis servikalis ditutup oleh perdarahan berlangsung terus.
4.      Dengan pemeriksaan sande perdarajan bertambah.
Kemungkinan lain pada janin mati yang tidak lekas dikeluarkan ialah terjadinya maserasi, kulit terkupas, tengkorak menjadi lembek, perut membesar karena terisi cairan dan seluruh janin berwarna kemerah-merahan.
KOMPLIKASI
1.      Perdarahan
Ø  Dapat terjadi sedikit dalam waktu panjang.
Ø  Dapat terjadi mendadak banyak, sehingga menimbulkan syok.
1.      Infeksi
Ø  Pada penanganan yang tidak legeartis.
Ø   Keguguran tidak lengkap
1.      Degenerasi ganas
Ø  Keguguran dapat menjadi kario karsinoma sekitar 15% sampai 20%.
Ø  Gejala korio karsinoma adalah terdapat perdarahan berlangsung lama, terjadi pembesaran / perlunakan rahim, terdapat melastase ke vagina / lainnya.
1.      Penyulit saat melakukan kuretase
Dapat terjadi perforasi dengan gejala :
Ø  Kuret terasa tembus
Ø  Penderita kesakitan
Ø  Penderita syok
Ø  Dapat terjadi perdarahan dalam perut dan infeksi dalam abdomen
PEMERIKSAAN GINEKOLOGI
Pemeriksaan ginekologi abortus inkomplit antara lain sebagai berikut :
1.      Inpeksi vulva: pendarahan pervaginam, ada atau tidak jaringan hasil konsepsi, tercium atau tidak bau busuk dari vulva.
2.      Inspekulo: pendarahan dari kavum uteri, ostium uteri terbuka atau sudah tertutup, ada atau tidak jaringan yang keluar dari ostium, ada atau tidak cairan atau jaringan berbau busuk dari ostium.
3.      Colok vagina: porsio masih terbuka atau sudah tertutup, teraba atau tidak jaringan dalam kavum uteri, besar uteri lebih kecil dari usia kehamilan, tidak nyeri saat porsio digoyang. ( Nugroho, 2012 )
PEMERIKSAAN PENUNJANG ABORTUS INKOMPLIT
Menurut Sujiyatini ( 2009 ), pemeriksaan penunjang abortus inkomplit yaitu USG. USG kehamilan untuk mendeteksi adanya sisa kehamilan. Pada USG didapatkan endometrium yang tipis.
PENATALAKSANAAN
Penanganan abortus inkomplit :
1.      Jika perdarahant idak seberapab anyak dan kehamilan kurang 16 minggu, evaluasi dapat dilakukan secara digital atau dengan cunam ovum untuk mengeluarkan hasil konsepsi yang keluar melalui serviks. Jika perdarahan berhenti, beri ergometrin 0,2 mg intramuskulera taum iso prostol 400 mg per oral.
2.      Jika perdarahan banyak atau terus berlangsungd an usia kehamilan kurang 16 minggu, evaluasi hasil konsepsi dengan :
Ø  Aspirasi vakum manual merupakan metode evaluasi yang terpilih. Evakuasi dengan kuret tajam sebaiknya hanya dilakukan jika aspirasi vakum manual tidak tersedia.
Ø  Jika evakuasi belum dapat dilakukan segera beri ergometrin 0,2 mg intramuskuler (diulang setelah 15 menit bila perlu) atau misoprostol 400 mg peroral (dapat diulang setelah 4 jam bila perlu).
1.      Jika kehamilan lebih dari 16 minggu:
Ø  Berikan infus oksitosin 20 unit dalam 500 ml cairan intravena (garam fisiologik atau ringer laktat) dengan kecepatan 40 tetes permenit sampai terjadi ekspulsi hasil konsepsi
Ø  Jika perlu berikan misoprostol 200 mcg per vaginam setiap 4 jam sampai terjadi ekspulsi hasil konsepsi (maksimal 800 mg)
Ø  Evaluasi sisa hasil konsepsi yang tertinggal dalam uterus.
1.      Pastikan untuk tetap memantau kondisi ibu setelah penanganan.


fertilisasi

Proses Pembuahan Atau Fertilisasi
download.jpg
Pembuahan adalah proses peleburan antara satu sel sperma dan satu sel ovum yang sudah matang. Proses pembuahan ini terjadi di bagian saluran Fallopii yang paling lebar. Sebelum terjadi poses pembuahan, terjadi beberapa proses sebagai berikut.
Ovum yang telah masuk akan keluar dari ovarium. Proses tersebut dinamakan ovulasi. Ovum yang telah masak tersebutakan masuk ke saluran Fallopii. Jutaan sperma harus berjalan dari vagina menuju uterus dan masuk ke saluran Fallopii. Dalam perjalanan itu, kebanyakan sperma dihancurkan oleh mukus (lendir) asa di dalam uterus dan saluran Fallopii. Di antara beberapa sel sperma yang bertahan hidup, hanya satu yang masuk menembus membran ovum. Setelah terjadi pembuahan, membran ovum segera mengeras untuk mencegah sel sperma lain masuk.
Hasil pembuahan adalah zigot. Kemudian mengalami pertumbuhan dan perkembangan sebagai berikut:
1.    Zigot membelah menjadi 2 sel, 4 sel, dan seterusnya.
2.    Dalam waktu bersamaan lapisan dinding dalam uterus menjadi tebal seperti spons, penuh dengan pembuluh darah, dan siap menerima zigot.
3.    Karena kontraksi oto dan gerak silia diding saluran Fallopii, zigot menuju ke uterus dan menempel di dinding uterus untuk tumbuh dan berkembang.
4.    Terbentuk plsenta dan tali pusat yang merupakan penghubung antara embrio dan jaringan ibunya. Fungsi plasenta dan tali pusat adalah mengalirkan oksigen dan zat-zat makanan dari ibu ke embrio, serta menglirkan sisa-sisa metabolisme dari embrio ke peredana darah ibunya.
5.    Embrio dikelilingi cairan amnion yang berfungsi melindungi embrio dari bahaya benturan yang mungkin terjadi.
6.    Embrio berusaha empat minggu sudah menunjukkan adanya pertumbuhan mata, tangan, dan kaki.
7.    Setelah berusia enam minggu, embrio sudah berukuran 1,5 cm. Otak, mata, telinga, dan jantung sudah berkembang. Tangan dan kaki, serta jari-jarinya mulai terbentuk.
8.    Setelah berusia delapan minggu, embrio sudah tampak sebagai manusia dengan organ-organ tubuh lengkap. Kaki, tangan, serta jari-jariny telah berkembang. Mulai tahap ini sampai lahir, embrio disebut fetus (janin).
9.    Setelah mencapai usia kehamilan kira-kira sembilan bulan sepuluh hari, bayi siap dilahirkan.
Jika ovum yang sudah masak tidak dibuahi oleh sperma, jaringan penyusun dinding rahim yang telah menebal dan mengandung banyak pembuluh darah akan rusak dan luruh/runtuh. Bersama-sama dengan ovum yang tidak dibuahi, jaringan tersebut dikeluarkan dari tubuh lewat vagina dalam proses yang disebut menstruasi (haid).

perkawinan poligami


  1. Pengertian Poligami
Poligami merupakan praktik pernikahan kepada lebih dari satu suami atau istri(sesuai dengan jenis kelamin orang bersangkutan). Hal ini berlawanan dengan praktik monogami yang hanya memiliki satu suami atau istri.
2. Bentuk Poligami
Terdapat tiga bentuk poligami, yaitu poligini (seorang pria memiliki beberapa istri sekaligus), poliandri (seorang wanita memiliki beberapa suami sekaligus), dan pernikahan kelompok (bahasa Inggrisgroup marriage, yaitu kombinasi poligini dan poliandri).

A. Pandangan poligami Menurut Agama Dan Hukum
—  Hindu
Baik poligini maupun poliandri dilakukan oleh sekalangan masyarakat Hindupada zaman dulu. Hinduisme tidak melarang maupun menyarankan poligami. Pada praktiknya dalam sejarah, hanya raja dan kasta tertentu yang melakukan poligami.
—  Buddhisme
Dalam Agama Buddha pandangan terhadap Poligami adalah suatu bentuk keserakahan (Lobha).
—  Yudaisme
Walaupun kitab-kitab kuno agama Yahudi menandakan bahwa poligami diizinkan, berbagai kalangan Yahudi kini melarang poligami.
—  Kristen
Gereja-gereja Kristen umumnya, (ProtestanKatolikOrtodoks, dan lain-lain) menentang praktik poligami. Namun beberapa gereja memperbolehkan poligami berdasarkan kitab-kitab kuna agama Yahudi. Gereja Katolik merevisi pandangannya sejak masa Paus Leo XIII pada tahun 1866 yakni dengan melarang poligami yang berlaku hingga sekarang
—  Mormonisme
Penganut Mormonisme pimpinan Joseph Smith di Amerika Serikat sejak tahun 1840-an hingga sekarang mempraktikkan, bahkan hampir mewajibkan poligami. Tahun 1882 penganut Mormon memprotes keras undang-undang anti-poligami yang dibuat pemerintah Amerika Serikat. Namun praktik ini resmi dihapuskan ketika Utah memilih untuk bergabung dengan Amerika Serikat. Sejumlah gerakan sempalan Mormon sampai kini masih mempraktekkan poligami.
—  Islam
Poligami dalam Islam merupakan praktik yang diperbolehkan (mubah, tidak larang namun tidak dianjurkan). Islam memperbolehkan seorang pria beristri hingga empat orang istri dengan syarat sang suami harus dapat berbuat adil terhadap seluruh istrinya (Surat an-Nisa ayat 3 4:3


B. Menurut Ragam Pandangan
Beberapa ulama kontemporer seperti Syekh Muhammad Abduh , Syekh Rashid Ridha, dan Syekh Muhammad al-Madan (ketiganya ulama terkemuka Al AzharMesir) lebih memilih memperketat penafsirannya. Muhammad Abduh dengan melihat kondisi Mesir saat itu (tahun 1899), memilih mengharamkan poligami. Syekh Muhammad Abduh mengatakan: Haram berpoligami bagi seseorang yang merasa khawatir akan berlaku tidak adil.[3].Saat ini negara Islam yang mengharamkan poligami hanya Maroko [4]. Namun sebagian besar negara-negara Islam di dunia hingga kini tetap membolehkan poligami, termasuk Undang-Undang Mesir dengan syarat sang pria harus menyertakan slip gajinya.
C. Poligami Menurut Mahkamah Konstitusi Indonesia
Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan bahwa ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan (UU Perkawinan) yang menyatakan bahwa asas perkawinan adalah monogami, dan poligami diperbolehkan dengan alasan, syarat, dan prosedur tertentu tidak bertentangan dengan ajaran islam dan hak untuk membentuk keluarga, hak untuk bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya, dan hak untuk bebas dari perlakuan yang bersifat diskriminatif sebagaimana diatur dalam UUD 1945 sebagaimana diutarakan dalam sidang pembacaan putusan perkara No. 12/PUU-V/2007 pengujian UU Perkawinan yang diajukan M. Insa, seorang wiraswasta asal Bintaro Jaya, Jakarta Selatan pada Rabu (3/10/2007).
Insa dalam permohonannya beranggapan bahwa Pasal 3 ayat (1) dan (2), Pasal 4 ayat (1) dan (2), Pasal 5 ayat (1), Pasal 9, Pasal 15, dan Pasal 24 UU Perkawinan telah mengurangi hak kebebasan untuk beribadah sesuai agamanya, yaitu beribadah Poligami. Selain itu, menurut Insa, dengan adanya pasal-pasal tersebut yang mengharuskan adanya izin isteri maupun pengadilan untuk melakukan poligami telah merugikan kemerdekaan dan kebebasan beragama dan mengurangi hak prerogatifnya dalam berumah tangga dan merugikan hak asasi manusia serta bersifat diskriminatif.
D. Dampak Positif Poligami
—  1). Mencegah perzinahan,
—  2). Mencegah pelacuran,
—  3). Mencegah kemiskinan,
—  4). Meningkatkan ekonomi keluarga.




E. Dampak Negative Poligami
—   Dampak psikologis
Perasaan inferior istri dan menyalahkan diri karena merasa tindakan suami berpoligami adalah akibat dari ketidakmampuan dirinya memenuhi kebutuhan biologis suami.
Dampak ekonomi rumah tangga
Ketergantungan secara ekonomi kepada suami. Walaupun ada beberapa suami memang dapat berlaku adil terhadap istri-istrinya, tetapi dalam prakteknya lebih sering ditemukan bahwa suami lebih mementingkan istri muda dan menelantarkan istri dan anak-anaknya terdahulu.
 Dampak hukum
Seringnya terjadi nikah di bawah tangan (pernikahan yang tidak dicatatkan pada Kantor Catatan Sipil atau Kantor Urusan Agama), sehingga pernikahan dianggap tidak sah oleh negara, walaupun pernikahan tersebut sah menurut agama. Pihak perempuan akan dirugikan karena konsekuensinya suatu pernikahan dianggap tidak ada, seperti hak waris dan sebagainya.
Dampak kesehatan
Kebiasaan berganti-ganti pasangan menyebabkan suami atau istri menjadi rentan terhadap penyakit menular seksual (PMS), bahkan rentan terjangkit virus HIV/AIDS.
Kekerasan terhadap perempuan,
Baik kekerasan fisik, ekonomi, seksual maupun psikologis. Hal ini umum terjadi pada rumah tangga poligami, walaupun begitu kekerasan juga terjadi pada rumah tangga yang monogami.



Laporan pendahuluan kehamilan trimester 2

LAPORAN PENDAHULUAN KEHAMILAN TRIMESTER II

Kehamilan adalah masa yang dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin. (Syarifuddin : 2001) 
Kehamilan adalah periode dimana ovum yang telah dibuahi, berkembang didalam uterus, mengalami proses diferensiasi dan terus berkembang sampai bisa menunjang sendiri kehidupannya diluar uterus. 

(Mochtar Rustam : 1988) 
Kehamilan Trimester II adalah Kehamilan yang berusia antara 12 minggu sampai dengan 28 minggu. 

B. Perubahan Fisik dan Psikologis pada Ibu Hamil 
Pada Trimester II biasanya ibu sudah kembali merasa sehat. Tubuh ibu sudah terbiasa dengan kadar hormon yang lebih tinggi dan rasa tidak nyaman karena hamil sudah berkurang. Perut ibu belum terlalu besar sehingga belum dirasakan sebagai beban. Ibu sudah menerima kehamilannya dan mulai dapat menggunakan energi dan pikirannya secara lebih konstruktif. 

Pada trimester ini ibu dapat merasakan gerakan bayinya dan ibu mulai merasakan kehadiran bayinya sebagai seorang diluar dari dirinya sendiri. Banyak ibu yang merasa terlepas dari rasa kecemasan, rasa tidak nyaman seperti yang dirasakannya pada trimester pertama dan merasakan meningkatnya libido. (PusDikNaKes, 2003 : 27) 

Ibu merasa lebih stabil, kesanggupan mengatur diri lebih baik, kondisi atau keadaan ibu lebih menyenangkan, ibu mulai terbiasa dengan perubahan fisik tubuhnya, dan janin belum terlalu besar. Ibu sudah mulai menerima dan mengerti tentang kehamilannya. (Tri Rusmi Widayatun, 1999 :154) 
1. Oksigen 
Oksigen penting dalam pembentukan energi agar produktivitas kerja dan tubuh tidak cepat lelah. 

2. Nutrisi 
Selama kehamilan ibu membutuhkan tambahan asupan makanan untuk pertumbuhan janin dan pertahanan dirinya sendiri. Tambahan gizi yang diperlukan ibu hamil adalah : 
- Protein : Dari 6 gr/hari menjadi 10 gr/hari 
- Vitamin : Sebagai pengatur dan pelindung 
- Zat besi : Untuk mencegah anemia 
- Kalsium : Untuk pertumbuhan tulang 
- Yodium : Untuk mencegah perbesaran kelenjar gondok pada ibu, perkembangan lambat sehingga   akan terjadi retardasi mental, cebol 

3. Personal Hygien 
Ibu hamil harus selalu menjaga kebersihan dirinya, mengganti pakaian dalamnya setiap kali terasa lembab, menggunakan bra yang menunjang payudara dan pakaian yang menyerap keringat. 


4. Eleminasi 
Lebih banyak cairan yang dikeluarkan melalui ginjal sebagai air seni sebelum pertengahan kehamilan tetapi berkurang pada akhir kehamilan. 

5. Seksualitas 
Kehamilan bukan merupakan halangan untuk melakukan hubungan seksual. Pada hamil muda seksual sedapat mungkin dihindari bila terdapat keguguran berulang atau mengancam, kehamilan dengan tanda infeksi, kehamilan dengan perdarahan, kehamilan dengan mengeluarkan air, atau kehamilan dengan perlukaan disekitar alat kelamin bagian luar. 

6. Mobilisasi dan Body Mekanik 
Ibu hamil harus mengetahui bagaimana caranya memperlakukan diri dengan baik dan kiat berdiri duduk dan mengangkat tanpa menjadi tegang. 
Body mekanik (sikap tubuh yang baik) diinstruksikan kepada wanita hamil karena diperlukan untuk membentuk aktivitas sehari hari yang aman dan nyaman selama kehamilan. 

7. Senam Hamil 
Senam hamil bukan merupakan keharusan, namun memberikan banyak manfaat dalam membantu kelancaran proses persalinan, antara lain dapat melatih bara mengedan yang benar. 

8. Istirahat dan Tidur 
Istirahat bagi ibu hamil meringankan urat syaraf atau mngurangi aktifitas otot. Kegunaan istirahat adalah : 
- Untuk melepaskan lelah 
- Memberikan kesempatan pada tubuh untuk membentuk kegiatan baru 
- Menambah kesegaran untuk melakukan pekerjaan 

9. Imunisasi 
Pada masa kehamilan ibu hamil diharuskan melakukan imunisasi tetanus toxoid (TT). Gunanya dalam antenatal dapat menurunkan kemungkinan kematian bayi karena tetanus. Ia juga dapat mencegah kematian ibu yang disebabkan oleh tetanus. 
Jadwal pemberian suntikan tetanus adalah : 
- TT 1 : Selama kunjungan antenatal I 
- TT 2 : 4 minggu setelah TT1 
- TT 3 : 6 minggu setelah TT2 
- TT 4 : 1 tahun setelah TT3 
- TT 5 : 1 tahun setelah TT4 


10. Traveling 
Pada trimester II, Ibu diperbolehkan untuk berpergian dengan syarat harus menjaga kondisi fisik, tidak boleh terlalu lelah dan harus cukup mendapat Istirahat. 


11. Memantau Kesejahteraan Janin 
Tujuan dalam pemantauan janin adalah untuk deteksi dini ada / tidaknya faktor resiko kematian perinatal tersebut (hipoksia / asfiksia, gangguan pertumbuhan, cacat bawaan, infeksi). 

Caracara pemantauannya : 
- Perkiraan pertumbuhan janin dari tinggi fundus uteri terhadap usia kehamilan 
- Perkiraan berat janin dengan rumus Jhonson Tossec 
- Auskultasi denyut jantung janin dengan alat lennec / dopler / CTG 
- USG dan lain-lain. 

1. Kram otot 
Penyebab : 
- Karena tekanan syaraf pada ekstrimitas bawah oleh uterus yang besar 
- Faktor yang memperberat pencapaian sirkulasi perifer kurang 
- Penyerapan kalsium oleh janin meningkat sesuai dengan kebutuhan pertumbuhan tulang dan gigi 

2. Anemia 
Penyebab : kekurangan nutrisi, zat besi, folic acid, hemoglobinopati. 
Penanganan : 
- Kolaborasi untuk mendapatkan SF dan vit C 
- Konsul tentang pemberian diet 
- Beri nutrisi yang adekuat 
- Istirahat yang cukup 

3. Perubahan Libido 
Penyebab : pengaruh antara psikologis, hormonal dan perubahan emosi 
Penanganan : 
- Anjurkan klien dan pasangannya 
- Komunikasi yang baik dengan pasangannya 
- Kasih sayang, kontak fisik yang dilakukan dialihkan ke kontak psikis. 

4. Pruritus 
Penyebab : belum diketahui secara pasti 
Penanganan : 
- Pastikan kuku wanita hamil pendek dan bersih untuk meningkatkan kesehatan dan mencegah terjadinya masalah baru.
- Oleskan air hangat atau lotion.

5. Hiperpigmentasi, jerawat 
Fisiologi rangsangan dari hormon mellanosit (dari pituitari anterior) biasanya akan hilang pada masa nifas. 
Penanganan : 
- Kuku hendaknya pendek dan bersih 
- Ciptakan suasana yang nyaman 
6. Gatal-gatal 
Gatal-gatal terjadi pada perut paha payudara maupun pada bagian lain terutama pada lipatan-lipatan 
Penyebab : 
- Perenggang kulit 
- Peningkatan pengeluaran keringat 

Cara mengatasi 
- Potong dan bersihkan kuku agar jika tergaruk tidak menimbulkan bekas 
- Jaga kebersihkan kulit 
- Mandi guyur minimal 2x sehari 
- Kurangi pemakaian sabun 

7. Pusing, dapat pingsan, mual, keringat dingin, pucat dalam posisi terlentang 
Penyebab : Rahim menekan pembuluh darah 
Cara mengatasi : Ambil posisi miring ke kiri atau setengah duduk dengan lutut agak ditekuk hingga gejala hilang. 

8. Ulu hati terasa panas 
Penyebab : 
- Kelambatan pengosongan lambung 
- Lambung terdesak oleh rahim 
Cara mengatasi : 
- Jangan mengkonsumsi makanan yang memproduksi gas seperti kubis, nangka, sawi dan durian 
- Hindari mengkonsumsi makanan yang berleak dan posrdi besar misalnya daging 
- Minum sedikit susu atau teh hangat 

9. Sembelit atau susah buang air besar (BAB) 
Penyebab 
- Peningkatan penyerapan air oleh usus 
- Konsumsi tablet zat besi 
- Kurang minum 
- Kurang mengkonsumsi makanan berserat seperti sayur dan buah-buahan 
- kurang gerak badan 
- Penekanan usus oleh pembesaran rahim 

10. Perut Kembung 
Penyebab: 
- Pengaruh hormonal 
- banyak menelan udara 
Cara mengatasi : 
- Kunyak makanan perlahan sampai halus 
- Hindari makanan yang memproduksi gas, makanan berlemak dan porsi besar misalnya daging 
- Buang air besar secara teratur 

11. Keputihan 
Penyebab : 
- Pengaruh horonal 
- Peningkatan produksi lendir 
Cara mengatasi : 
- Jangan membilas bagian dalam liang senggama 
- Kenakan pembalut wanita dan segera ganti jika sudah basah 
- Jaga kebersihan alat kelamin ( bersihkan dari arah depan ke belakang) 
- Jika gatal, bau menusuk, ada perubahan sifat dan warna segera laporkan dan konsultasikan pada tenaga kesehatan 

12. Varises 
Penyebab : 
- Keturunan 
- Pengaruh hormon kehamilan 
- Pembesaran rahim yang menghabat aliran darah 
- mengejang saat buang air besar 
Cara mengatasi : 
- jangan terlalu lama berdiri atau duduk 
- hindari pakaian ketat 
- Cukup bergerak 
- Berbaring dengan kedua kaki ditinggikan misalnya dengan di ganjal bantal 
- Jangan mengejan terlalu kuat saat buang air besar 

13. Sakit Kepala 
Penyebab : 
- Ketegangan emosional 
- Ketegangan pada mata (gangguan atau masalah pada mata) 
Cara mengatasi 
- santai dan istirahat 
- Segera laporkan ke tenaga kesehatan jika berlangssung terus menerus 

14. Nyeri pada lipatan paha 
Penyebab : Penarikan otot paha akibat pembesaran rahim 
Cara mengatasi : 
- Istirahat 
- Posisi jongkok dengan kedua paha membuka atau tekuk lutut ke arah dada 
- Kompres hangat pada daerah yang nyeri 





15. Nyeri Sendi 
Penyebab : Perubahan keseimbangan tubuh oleh pembesaran perut 
Cara mengatasi ; 
- Santai dan istirahat 
- Pakai sepatu berhak rendah 
- Latihan menggoyangkan panggul 

ANC sebaiknya dilakukan setiap bulan sampai usia kehamilan mencapai 32 minggu dan kemudian dilanjutkan setiap 2 minggu sekali sampai tanggal persalinan atau minimal selama trimester II dan trimester III. Pemeriksaan yang dilakukan selama kunjungan biasanya mencakup pemeriksaan fisik secara umum dan pemeriksaan fisik secara khusus, gunanya adalah untuk mengetahui kesehatan Ibu dan memantau pertumbuh-kembangan Janin. 
Sebagai pengawasan, kecukupan gizi ibu hamil dan pertumbuhan Janin dapat diukur berdasarkan kenaikan berat badan. kenaikan berat badan rata-rata antara 6,5 Kg sampai 15 Kg selama hamil.